Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 September 2013

21 Hal Yang Penting


SATU Berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan, dan lakukan itu dengan senang hati.

DUA Menikahlah dengan pria / wanita yang anda cintai. Ketika anda beranjak tua, keterampilan berbicara mereka akan sama pentingnya dengan yang lain.

TIGA Jangan percaya semua yang Anda dengar. Tuntaskan yang ada atau pergilah tidur.

EMPAT Ketika Anda mengatakan, "Aku mencintaimu," itu artinya serius.

LIMA Ketika Anda mengatakan, "Maafkan aku," lihat pada mata orang tersebut.

ENAM Bertunangan setidaknya enam bulan sebelum anda menikah.

TUJUH Percaya pada cinta pada pandangan pertama.

DELAPAN Jangan menertawakan mimpi seseorang. Orang yang tidak memiliki mimpi juga tidak memiliki apapun.

SEMBILAN Cinta mendalam dan bergairah. Anda mungkin akan terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.

SEPULUH Dalam perbedaan pendapat, berdebatlah secara adil. Jangan subjektif.

SEBELAS Jangan menilai orang karena keluarganya.

DUA BELAS Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.

TIGA BELAS Ketika seseorang mengajukan pertanyaan Anda tidak ingin menjawab, tersenyum dan bertanya, "Mengapa Anda ingin tahu?" 

EMPAT BELAS Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.

LIMA BELAS Ucapkan "Berkah bagimu," saat anda mendengar orang bersin.

ENAM BELAS Ketika Anda kalah, janganlah berhenti belajar.

TUJUH BELAS Ingat tiga R: Respect for self (Hargai diri sendiri); Respect for others (Hargai orang lain); and responsibility for all your actions (Bertanggung jawab untuk semua tindakan Anda).

DELAPANBELAS Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.

SEMBILAN BELAS Ketika Anda menyadari bahwa Anda telah membuat kesalahan, ambilah langkah segera untuk memperbaikinya.

DUA PULUH Tersenyumlah saat menerima telepon. Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.

DUA PULUH SATU Luangkan waktu sendirian.
Lanjut baca yuk...

Tentang Jodoh


Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, "Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya", Tuhan menjawab. 
Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan.
Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan suka cita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian.
Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik, yang selama ini saya impikan.
Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya.

Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,

"Hambaku, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan."

Saya bertanya, "Mengapa Tuhan?”

Dan Ia menjawab, "Karena AKU adalah Tuhan, dan AKU adalah Kebenaran, dan segala yang AKU lakukan adalah benar."

Aku bertanya lagi, "Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dari-Mu?"

Jawab Tuhan, "Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi-Ku untuk memenuhi keinginanmu, karena AKU tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagi-Ku untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu, jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak...."

Kemudian Ia berkata kepada saya, "Adalah lebih baik jika AKU memberikan kepadamu seseorang yang AKU tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu & dagingmu, dan engkau akan melihat sendiri dirimu sendiri di dalam dirinya. Dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerja sama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna, karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu."

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari, khususnya yang sedang mencari.

JIKA....

Jika kamu memancing ikan...
Setelah ikan itu terikat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu...
Janganlah sesekali kamu melepaskan ia semula ke dalam air begitu saja...
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.
Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang...
Setelah ia mulai menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya...
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja...
Karena ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingat...

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh...
Cukuplah sekedar keperluanmu.
Apabila sekali ia retak tentu sukar untuk menambalnya semula.
Akhirnya ia dibuang...
Sedangkan jika kamu coba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.

Begitu juga kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah ia manusia biasa.
Apabila sekali ia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.
Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi yang pasti untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain....
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya, kamu akan menyesal.

Begitu juga jka kamu telah bertemu dengan seorang insan yang membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, mencoba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya; apabila dia menjadi milik orang lain, kamu juga akan menyesal...
Lanjut baca yuk...

Senin, 08 Juli 2013

Cerpen: Titip Ibuku Ya Allah

“Nak, bangun. udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja.”

Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah perusahaan tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.
“Ibu sayang. ga usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku udah dewasa” pintaku pada Ibu pada suatu pagi.

Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa Ibu mudah sekali sedih ?
Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca.

Orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak … tapi entahlah.. Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa..

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, 
“Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih?” Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana.
Terbata-bata Ibu berkata, “Tiba- tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri.."

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu, bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah.. Apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang? Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya?


Ketika itu kutanya pada Ibu, Ibu menjawab, "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua.”
Lagi-lagi aku hanya bisa berucap, “Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu." 

Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk “cuti” dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak! Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.

Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi. Ah, maafkan kami Ibu, 18 jam sehari sebagai “pekerja” seakan tak pernah membuat Ibu lelah.. Sanggupkah aku ya Allah ?

"Nak. bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah Ibu siapin dimeja.."
Kali ini aku lompat segera, kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan, "Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu."
Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan.. Cintaku ini milikmu,Ibu..
Aku masih sangat membutuhkanmu.. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.

Sahabat..
tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah..
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita. Ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta dan mungkin telah tiada.

Percayalah..
Kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia.
Wallaahua’lam..

"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu, dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil. Titip Ibuku ya Allah..."

Lanjut baca yuk...

10 Kisah Lucu Yang Penuh Motivasi

1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, “Pasti ibu yang memecahkan piring itu.” “Bagaimana kamu tahu?” kata si Ayah. “Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain,” sahut anaknya.

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran.

2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, “Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona.”

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda. 

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, “Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!”

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, “Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!”

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, “Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!”

Istrinya secara spontan menjawab, “Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur.” Suaminya dengan tenang menjawab, “Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya.”

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, “Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!”

Orang tersebut menjawab, “Saya harus mengejarnya . . .” Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, “Saya adalah pengemudi dari bus ini!”

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar. 


6. Si A : “Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya.”
Si B : “Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?”
Si A : “Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya.”

Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda. 

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, “Babi!” Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, “Kamu sendiri yang babi!”

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, “Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?”
Ayahnya menjawab, “Sudah tentu!”
“Siapa yang menemukan listrik?”
“Edison.”
“Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?”

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini. 

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, “Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana.”

Ibu Toto bertanya, “Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, “Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu.”

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, ‘plak’ gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

Lanjut baca yuk...

Jumat, 28 Juni 2013

Aristoteles Tentang Cinta Sejati


Pada suatu hari, Aristoteles bertanya kepada gurunya (Plato) mengenai arti dari cinta sejati.
Aristoteles: “Apa itu CINTA SEJATI wahai Guru?”

Plato: ”Berjalan luruslah di taman bunga yang luas. Petiklah satu bunga yang terindah menurutmu. Dan ingat, jangan pernah kembali kebelakang!”

Secepatnya Aristoteles mengerjakan apa yang disuruhkan oleh gurunya itu.
Keesokan harinya, beliau bertemu gurunya.
Beliau kembali dengan tangan hampa.

Plato: “Mana bunga yang kau petik, wahai Aristoteles?”

Aristoteles: “Aku tidak bisa mendapatkannya. Sebenarnya aku telah menemukannya, tapi aku berpikir pasti didepan ada bunga yang lebih bagus lagi. Ketika aku sampai diujung taman, aku baru sadar bahwa bunga yang aku temui pertama tadi itulah yang terbaik. Tapi aku tidak bisa kembali lagi kebelakang.”

Plato: “Wahai Aristoteles muridku, itulah CINTA SEJATI. Semakin kau mencari yang terbaik, maka kamu tidak akan pernah menemukannya."

Aristoteles : “Sekarang aku mengerti apa itu CINTA SEJATI



........................
If only I could turn back time
If only I had said what I still hide
If only I could turn back time
I would stay for the night
........................
~AQUA



Lanjut baca yuk...

Pasangan Hidup


Suatu waktu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.
Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik di antara semua istrinya.
Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga.
Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Begitu juga dengan istri yang kedua.
Ia pun sangat menyukainya.
Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.
Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini.
Dialah tempat bergantung.
Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.

Sama halnya dengan istri yang pertama.
Dia adalah pasangan yang sangat setia.
Dia selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini.
Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami.
Akan tetapi, sang pedagang tak begitu mencintainya.
Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun pedagang ini tak begitu mempedulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit.
Lama kemudian, ia menyadari bahwa ia akan segera meninggal.
Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati.
"Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."

Lalu, ia meminta semua istrinya datang dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya.
"Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku?"
Ia terdiam. "Tentu saja tidak," jawab istrinya yang keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi.
Jawaban itu sangat menyakitkan hati sang saudagar.
Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga.
"Akupun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?"
Istrinya menjawab, "Hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati."
Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini.

Badannya mulai merasa demam.
Lalu, ia bertanya pada istri keduanya.
"Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau aku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku?"
Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu."
Jawaban itu seperti kilat yang menyambar.

Sang pedagang kini merasa putus asa.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara.
"Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu".
Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana.
Dia tampak begitu kurus.
Badannya tampak seperti orang yang kelaparan.
Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam.
"Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat kumampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.


Sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini.
Istri yang keempat adalah tubuh kita.
Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang.
Ia akan pergi segera kalau kita meninggal.
Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.

Istri yang ketiga adalah status sosial dan kekayaan.
Saat kita meninggal semuanya akan pergi kepada yang lain.
Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan istri yang kedua adalah kerabat dan teman-teman.
Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.
Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

Istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita.
Mungkin kita sering mengabaikan dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi.
Namun sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah.
Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi selagi mampu perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak.
Jangan sampai kita menyesal belakangan


Lanjut baca yuk...

Rabu, 29 Mei 2013

Cerpen: Biru, Jatuh Hati


Warna langit pagi ini sebiru warna matamu. Aku masih ingat pertama kali aku mengenalmu. Dan setiap kali aku mendengar suara ombak di pantai ini, aku selalu berharap masa-masa itu akan terulang lagi.

Saat itu aku sedang mengumpulkan cangkang-cangkang kerang yang tersembunyi di balik hamparan pasir. Rasanya seperti memunguti serpihan-serpihan mimpi usang yang setengah terkubur diantara harapan semu yang telah berakhir.

Pantai Pangandaran ini selalu ramai setiap musim liburan, entah kenapa sorot mataku bisa tertahan pada satu sosok diantara turis yang berjumlah ribuan. Mungkin karena sendal jepit biru yang kau kenakan. Kau menatap ke arahku perlahan.

Hey, apakah gerangan yang telah membuatmu penasaran?” bisikku dalam hati. Seketika aku berhenti dari hal bodoh yang sedang kukerjakan, dan belasan cangkang kerang terjatuh dari genggaman, lalu kuberanikan diri untuk melemparkan senyuman.

Si Sendal Jepit Biru mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek abu-abu. Dia berjalan kearahku sambil tersenyum ramah dan bertanya “Berapa harga itu?”. Aku berpikir sesaat dan balik bertanya “Haaah, apa?” dengan wajah ragu. Dia lalu membungkuk di depanku dan memungut sebuah cangkang kerang, “yang ini”.

Maaf, aku tidak menjualnya” kataku. Wajahnya mendadak berubah lesu.

Tapi kau bisa menukarnya dengan sendalmu, kalau kau mau” tawarku.

Really?” tanyanya lagi.

Yeah…” aku tersenyum.

Dia melepaskan alas kakinya.

Kuserahkan cangkang-cangkang kerang yang kukumpulkan tadi ke dalam mangkuk tangannya.
Wow, they are so beautiful!” Dia terpesona, “Awesome!” Sahutnya lagi.

Aku melirik ke bawah, lalu menatapnya,“may I?” tanyaku ragu.

Sure!” jawabnya riang.

Dia kembali membungkuk, meletakkan cangkang-cangkang itu diatas pasir, lalu memakaikan sepasang sendal jepit biru milikknya di kedua kakiku yang telanjang.

Thanks, and nice to meet you” sahutku.

Akhirnya kudapatkan juga sendal jepit biru yang membuatku jatuh hati.

 ___________________________________________________


sumber : http://janelarie17.wordpress.com
Lanjut baca yuk...

Cerpen: Dandelion


 Sayup-sayup suara burung pagi ini seperti membangunkan ku dari tidur panjang, aku membuka mataku, berjalan kearah jendela dan membukanya. Paparan sinar matahari pagi, udara pagi, dan suara kendaraan orang-orang yang akan berangkat kerja, serasa membuatku bersyukur masih bisa menyaksikan kota Paris pagi ini. Secangkir kopi selalu menemani indahnya pagi ku, menyesap sedikit rasa pahit dan juga aroma kopi ini serasa tidak lengkap jika tidak memikirkan seorang kamu.

"Seorang pelukis itu, bebas untuk melukiskan apa pun yang di lihat dan di pikir kan nya. Dan pasti, seorang pelukis punya arti tersendiri jika melukiskan sesuatu." kata mu pada ku, di awal pertama kali kita bertemu.

Pagi itu, aku sedang duduk di taman Parc de Sceaux, bersama dengan yang lain. "Maksud mu?" tanya ku bingung.

Kamu duduk di sebelah ku, dan melihat kearah lukisan ku. "Kamu melukis dandelion, pastinya kamu punya maksud tersendiri dari lukisan mu itu, bukan?"

"Yeah.. tentu saja. Aku melukis dandelion karena bunga dandelion itu indah." jawab ku.

"Kamu tau gak, dandelion bukan hanya bunga yang indah, tapi juga mempunyai arti kebebasan." kata mu, sambil berdiri, lalu mengambil setangkai bunga dandelion, dan meniupnya. Lalu kamu kembali sibuk dengan kameramu.

Entah sejak saat itu, ketika setiap pagi aku ketaman, aku sangat ingin melihat dirimu disana, sibuk dengan kamera SLR mu, memotret begitu banyak dandelion. Kecintaan mu dengan dandelion, membuat ku ingin melukiskan dirimu, dengan dandelion.

Dan hari ini, ketika kopi ku sudah habis ku nikmati, aku segera mandi, dan pergi ke taman. Cuaca hari ini memang sangat mendukung sekali untuk berjalan-jalan di taman, dan karena ini hari kerja, mungkin akan sedikit orang-orang yang berkumpul di taman.

Dan, yeah.. Pagi ini kamu ada. Seperti biasa, dengan kamera mu, kamu sibuk untuk memotret dandelion, atau bahkan apa pun yang menurut kamu menarik. Aku mengeluarkan buku gambar ku, merobek halamannya, dan menghampiri mu.

Kamu kaget, ketika aku memberikan mu sebuah lukisan dirimu yang sedang meniup dandelion. "Untuk mu." kata ku.

"Apakah orang ini aku?" tanya mu, dengan muka yang menurut ku sedikit kagum dan kaget.

"Yeah.. dan aku rasa, sebuah lukisan bisa mewakil kan beribu-ribu kata yang tak bisa di utarakan secara langsung." kataku tersenyum.

Lega rasanya ketika mengetahui kamu menyukai lukisan ku, this is for you, my dandelion.

____________________________________________________________


cerpen random, masih belajar.
mohon bimbingannya, klo ada
kritik atau saran, silahkan komen :)
(c) septy
Lanjut baca yuk...

Cerpen: Hujan Kala Itu


Hujan memang memiliki banyak kisah, entah sudah berapa buah lagu, puisi atau sebuah cerpen yang tercipta karena kehadiran sang hujan. Begitu juga dengan ku, hujan selalu mengingatkan ku padamu. Kamu yang ketika tersenyum ada lesung pipi di sebelah kiri, manis sekali. Mungkin sudah sekitar satu bulan ini aku memperhatikan mu dari jauh, tanpa mengetahui siapa nama mu. Rasanya ketika berhadapan dengan mu, seperti ada bom-bom waktu yang akan siap meledak saat ini juga. Bahkan hanya untuk tersenyum pada mu, jantungku berasa ingin copot. 

“Lo gila ya, Re? Selama sebulan ini lo selalu ngomongin dia terus, tanpa tau dia tuh siapa sebenernya, padahal kan lo satu kantor sama dia, Re.” ujar Fia, sahabat ku ketika sedang bermalam di rumah ku.

“Gue gak tau harus kaya gimana biar bisa kenal sama dia, Fi. Ngeliat dia senyum aja, jantung gue udah deg-degan. Apalagi sampe kenalan sama dia.”

“Yaaah.. kalo emang lo gak berani untuk kenalan sama dia, jangan pernah bermimpi untuk bisa tau siapa nama dia, apalagi sampe deket sama dia. Buang jauh-jauh deh mimpi lo itu, Re.”

“Kadang.. gue justru ngerasa kalo mimpi gue ini lebih nyata.” ujar ku, di jawab dengan sebuah tawa oleh Fia.

Yaah.. aku tau memang aku ini seorang pengecut, satu kantor, tapi sama sekali gak tau siapa dia, bahkan namanya saja aku tidak tau. Tapi aku sudah merasa senang bisa dekat dengan dia, di alam bawah sadar ku tentunya.

***

Lagi-lagi hujan, entah sudah berapa banyak baju ku di jemuran yang belum juga kering karena hujan yang terus mengguyur kota ku tercinta ini. Aku duduk di sebuah halte depan kantor ku, menunggu bis yang akan membawa ku kerumah. Hari ini berasa sangat berat sekali kepala ku, selain karena tugas kantor yang memang lagi banyak-banyak nya, juga karena hari ini aku tidak melihat si lesung pipi di kantor. Entah kemana dia hari ini.

“Boleh pinjem payung nya?” ujur seseorang yang menyadarkan ku dari lamunan. Dan betapa kagetnya aku melihat si lesung pipi sedang berdiri di hadapan ku dengan senyum manisnya. “Kebetulan mobil gue agak jauh dari sini, kalo gak keberatan, boleh pinjem payungnya sebentar?”

Aku terdiam agak lama memandang nya yang sedang berdiri di hadapan ku dengan muka kebingungan, “Halooo.. boleh gak gue pinjem payung nya?” kata nya sambil melambaikan tangannya di depan muka ku.

“Eh.. i-iya boleh.. ini..” jawab ku sambil menyerahkan payung kesayangan ku padanya.

“Makasih, ya. Kayaknya gue pernah liat lo deh. Lo satu kantor sama gue kan?” Tanya nya, “kenalin, nama gue Andra.” Dia mengulurkan tangannya.

Aku menyambut uluran tangannya, “Re.. Renata..” jawab ku, dan pas sekali bis yang sedang aku tunggu-tunggu pun datang, “eh.. aku duluan, ya. Bis ku udah dateng.”

“Loh, terus balikin payungnya gimana?”

“Kapan-kapan aja kalo kamu sempet..” jawab ku yang mencoba senyum.

“Oke deh.. makasih ya, Renata.” Katanya dengan senyum manis seperti biasanya.

***

Aku tidak menyangka, jika hujan kala itu membawa keberuntungan juga untuk ku. Laki-laki yang aku kagumi, yang bahkan namanya saja aku tidak tau, hari ini, berbicara padaku, bahkan mengajak ku kenalan. Walaupun bukan kenalan dengan maksud karena tertarik, tapi aku sangat senang sekali. Dan sekarang aku tahu siapa namanya, walaupun hanya tahu namanya saja, tapi paling tidak, mimpi ku ada yang menjadi nyata. Aku harus berterima kasih kepada Tuhan, untuk hujan kala itu.

 _____________________________________________________________


cerpen random, masih belajar.
mohon bimbingannya,
kalo ada yg kurang, bisa
kasih komen, makasih :)
(c) septy

Lanjut baca yuk...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...